Halaman

Senin, 14 Mei 2018

Registry Editor

A.PENGERTIAN REGISTRY

     Registry adalah sebuah pusat database yang menyimpan pengaturan konfigurasi pada sebuah sistem operasi dalam hal ini yaitu Microsoft Windows. Registry yang biasa disebut Windows Registry. Registry pada OS Windows ini biasanya terdapat informasi dan pengaturan untuk hardware, software dan system operasi itu sendiri, software non-system. Pengaturan-pengaturan tersebut diatur dengan Key.


B.FUNGSI REGISTRY

     Fungsi registry adalah Untuk Mengatur Bagaimana Hardware Dan Software di dalam laptop/PC Agar Dapat difungsikan Sebagaimana Mestinya. Pada registry windows kita hanya bisa melihat code-code atau menggunakan bahasa komputer. Dan Untuk manfaatnya sudah jelas yaitu untuk memudahkan sebuah Sistem Operasi bekerja dengan baik dan serta agar kita bisa mengontrol Operating System dengan mudah.


C.CONTOH PENGGUNAAN REGISTRY

1.Mengganti AM dan PM

HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/International, Klik ganda s1159 dan ubah teks AM dengan PAGI, klik ganda s2359 dan ubah teks PM dengan SORE.

2.Menonaktifkan Klik-kanan Pada Desktop

HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer, Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoViewContextMenu., Klik ganda pada NoViewContextMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.

3.Mengubah Tombol Kiri Menjadi Tombol Kanan Pada Mouse

HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Mouse, Klik ganda pada SwapMouseButtons dan beri angka 1 pada Value Data.

4.Membersihkan semua icon pada Desktop

hkey_current_user/software/microsoft/windows/currentversion/policies/explorer. Buat sebuah dword value baru dan beri nama nodesktop. Klik ganda pada nodesktop dan masukkan angka 1 pada value data.

5.Menyembunyikan menu Turn Off Computer

hkey_current_user/software/microsoft/windows/currentversion/policies/explorer klik menu edit > new > dword value dan beri nama noclose. Klik ganda noclose dan beri angka 1 pada value data.

6.Menonaktifkan klik-kanan pada Desktop

hkey_current_user/software/microsoft/windows/currentversion/policies/explorer, Buat sebuah dword value baru dan beri nama noviewcontextmenu. Klik, ganda pada noviewcontextmenu dan masukkan angka 1 pada value data.







Senin, 02 April 2018

Perangkat Keras dan Cara Kerja Power Bank


Power bank adalah alat portable sederhana yang terdiri dari baterai khusus yang dibungkus oleh casing khusus dan memiliki rangkain sirkuit khusus yang bisa digunakan untuk mengontrol aliran listrik (power flow). Berdasarkan namanya, "Power Bank", kita bisa sedikit menyimpulkan apa fungsi dari alat ini. Di beberapa negara, power bank kadang dikenal dengan istilah "battery bank" atau "power station".


A.KOMPONEN-KOMPONEN INTI POWER BANK


1.Induktor/Coil




Induktor atau dikenal juga dengan Coil adalah Komponen Elektronika Pasif yang terdiri dari susunan lilitan Kawat yang membentuk sebuah Kumparan. Pada dasarnya, Induktor dapat menimbulkan Medan Magnet jika dialiri oleh Arus Listrik. Medan Magnet yang ditimbulkan tersebut dapat menyimpan energi dalam waktu yang relatif singkat.

 Nilai Induktansi sebuah Induktor (Coil) tergantung pada 4 faktor, diantaranya adalah :
  
  • Jumlah Lilitan, semakin banyak lilitannya semakin tinggi Induktasinya,
  • Diameter Induktor, Semakin besar diameternya semakin tinggi pula induktansinya,
  • Permeabilitas Inti, yaitu bahan Inti yang digunakan seperti Udara, Besi ataupun Ferit,
  • Ukuran Panjang Induktor, semakin pendek inductor (Koil) tersebut semakin tinggi induktansinya.
   
 Berdasarkan bentuk dan bahan inti-nya, Induktor dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah :


  • Air Core Inductor – Menggunakan Udara sebagai Intinya.
  • Iron Core Inductor – Menggunakan bahan Besi sebagai Intinya.
  • Ferrite Core Inductor – Menggunakan bahan Ferit sebagai Intinya
  • Torroidal Core Inductor – Menggunakan Inti yang berbentuk O Ring (bentuk Donat).
  • Laminated Core Induction – Menggunakan Inti yang terdiri dari beberapa lapis lempengan logam yang ditempelkan secara paralel. Masing-masing lempengan logam diberikan Isolator.
  • Variable Inductor – Induktor yang nilai induktansinya dapat diatur sesuai dengan keinginan. Inti dari Variable Inductor pada umumnya terbuat dari bahan Ferit yang dapat diputar-putar.

Fungsi-fungsi Induktor atau Coil diantaranya adalah dapat menyimpan arus listrik dalam medan magnet, menapis (Filter) Frekuensi tertentu, menahan arus bolak-balik (AC), meneruskan arus searah (DC) dan pembangkit getaran serta melipatgandakan tegangan.


  2.IC (Integrated Circuit)



Integrated Circuit (IC) adalah suatu komponen elektronik yang dibuat dari bahan semi conductor, dimana IC merupakan gabungan dari beberapa komponen seperti Resistor, Kapasitor, Dioda dan Transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah rangkaian berbentuk chip kecil, IC digunakan untuk beberapa keperluan pembuatan peralatan elektronik agar mudah dirangkai menjadi peralatan yang berukuran relatif kecil.

Fungsi Integrated Circuit (IC):
  • Mengatur tegangan input dan out put.
  • Sebagai jantung pada suatu rangkaian. Karena IC-lah yang mengatur kerja dari setiap blok rangkaian dengan membagi tugas masing-masing blok rangkaian tertentu.
  • Penguat daya.
  • Regulator Tegangan (Voltage Regulator).


  3.Female usb socket



Yang dimaksud dengan Konektor (Connector) dalam Teknik Elektronika adalah suatu komponen Elektro-Mekanikal yang berfungsi untuk menghubungkan satu rangkaian elektronika ke rangkaian elektronika lainnya ataupun untuk menghubungkan suatu perangkat dengan perangkat lainnya. Pada umumnya, Konektor terdiri Konektor Plug (male) dan Konektor Socket (female).

Konektor-konektor standar yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari kita maupun dalam Industri diantaranya adalah Konektor USB, Konektor BNC, Konektor Koaksial, Konektor DC Power Supply, Konektor Banana, Konektor D, Konektor RJ45 dan masih banyak lagi.


 4.Baterai



Baterai Lithium umumnya bekerja pada tegangan 3,7v, ada 2 jenis baterai Lithium yang sering dijumpai di pasaran, yaitu baterai Lithium Ion (Li-Ion) & Lithium Polymer (Li-Polymer).

Penggunaan battery jenis ini pada powerbank biasanya disusun parallel dan baterai jenis Lithium Ion ( Li- Ion ) adalah yang lebih banyak dipasarkan karena harganya yang lebih murah.

Powerbank umumnya mempunyai baterai yang disambung secara paralel sehingga arus yang keluar besar dan voltasenya tetap. Yang perlu dijadikan patokan kuat dan tidaknya powerbank men-charge arus baterai ponsel adalah besarnya ampere yang tertera di masing-masing jenis powerbank. Semakin besar amperenya semakin lama pula habisnya daya. Maka dari itu powerbank dengan arus besar akan terlihat gemuk atau besar bodinya karena didalamnya ada baterai yang semakin banyak disambung secara paralel.

Misalnya untuk powerbank 5200mAh itu tentunya tidak murni 5200mAh kapasitasnya, dikarenakan adanya proses konversi tersebut. Secara teori sederhananya boleh dikatakan hanya ( 3,7v : 5v ) x 5200mAh = 3848mAh.

  Namun pengurangan kapasitas tersebut bisa bertambah lagi dengan adanya kemungkinan konversi rangkaian komponen - komponen lain di dalam powerbank tersebut.

 Kesimpulan dasarnya adalah powerbank dengan kapasitas 5200mAh, daya optimal yang bisa digunakan hanya  sekitar 3000mAh - 3500mAh (dengan catatan baterai di dalam powerbank tersebut benar - benar murni 5200mAh atau masih dalam kondisi prima, karena  kapasitas baterai itu akan menurun efisiensinya seiring dengan kinerja waktu dan berbagai faktor lainnya).



 B.CARA KERJA POWER BANK





Mula-mula arus listrik yang dialirkan masuk (input) melalui usb plug kemudian di teruskan dan masuk melalui USB Socket sebelum masuk ke komponen-komponen yang ada dalam power bank. Setelah itu arus listrik masuk ke induktor dan IC dan terjadi arus bolak balik , nah apabila arus bolak balik bersifat resistif apabila arus listrik yang mengalir pada induktor sama dengan yang mengalir ke kapasitor , bersifat induktif apabila arus listrik yang mengalir pada induktor lebih besar dari pada arus yang mengalir pada kapasitor dan bersifat kapasitif jika sebaliknya.
Nah, kemudian masuk ke baterai disimpan sebagai daya yang selanjutnya akan dikeluarkan (output) apabila ingin digunakan.