Power bank adalah
alat portable sederhana yang terdiri dari baterai khusus yang dibungkus oleh
casing khusus dan memiliki rangkain sirkuit khusus yang bisa digunakan untuk
mengontrol aliran listrik (power flow). Berdasarkan namanya, "Power Bank",
kita bisa sedikit menyimpulkan apa fungsi dari alat ini. Di beberapa negara,
power bank kadang dikenal dengan istilah "battery bank" atau
"power station".
A.KOMPONEN-KOMPONEN INTI POWER BANK
1.Induktor/Coil
Induktor atau
dikenal juga dengan Coil adalah Komponen Elektronika Pasif yang terdiri dari
susunan lilitan Kawat yang membentuk sebuah Kumparan. Pada dasarnya, Induktor
dapat menimbulkan Medan Magnet jika dialiri oleh Arus Listrik. Medan Magnet
yang ditimbulkan tersebut dapat menyimpan energi dalam waktu yang relatif
singkat.
Nilai Induktansi sebuah Induktor (Coil)
tergantung pada 4 faktor, diantaranya adalah :
- Jumlah Lilitan, semakin banyak lilitannya semakin tinggi Induktasinya,
- Diameter Induktor, Semakin besar diameternya semakin tinggi pula induktansinya,
- Permeabilitas Inti, yaitu bahan Inti yang digunakan seperti Udara, Besi ataupun Ferit,
- Ukuran Panjang Induktor, semakin pendek inductor (Koil) tersebut semakin tinggi induktansinya.
Berdasarkan bentuk dan bahan inti-nya, Induktor dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah :
- Air Core Inductor – Menggunakan Udara sebagai Intinya.
- Iron Core Inductor – Menggunakan bahan Besi sebagai Intinya.
- Ferrite Core Inductor – Menggunakan bahan Ferit sebagai Intinya
- Torroidal Core Inductor – Menggunakan Inti yang berbentuk O Ring (bentuk Donat).
- Laminated Core Induction – Menggunakan Inti yang terdiri dari beberapa lapis lempengan logam yang ditempelkan secara paralel. Masing-masing lempengan logam diberikan Isolator.
- Variable Inductor – Induktor yang nilai induktansinya dapat diatur sesuai dengan keinginan. Inti dari Variable Inductor pada umumnya terbuat dari bahan Ferit yang dapat diputar-putar.
Fungsi-fungsi
Induktor atau Coil diantaranya adalah dapat menyimpan arus listrik dalam medan
magnet, menapis (Filter) Frekuensi tertentu, menahan arus bolak-balik (AC),
meneruskan arus searah (DC) dan pembangkit getaran serta melipatgandakan
tegangan.
Integrated Circuit
(IC) adalah suatu komponen elektronik yang dibuat dari bahan semi conductor,
dimana IC merupakan gabungan dari beberapa komponen seperti Resistor,
Kapasitor, Dioda dan Transistor yang telah terintegrasi menjadi sebuah
rangkaian berbentuk chip kecil, IC digunakan untuk beberapa keperluan pembuatan
peralatan elektronik agar mudah dirangkai menjadi peralatan yang berukuran
relatif kecil.
Fungsi Integrated Circuit (IC):
- Mengatur tegangan input dan out put.
- Sebagai jantung pada suatu rangkaian. Karena IC-lah yang mengatur kerja dari setiap blok rangkaian dengan membagi tugas masing-masing blok rangkaian tertentu.
- Penguat daya.
- Regulator Tegangan (Voltage Regulator).
Yang dimaksud
dengan Konektor (Connector) dalam Teknik Elektronika adalah suatu komponen
Elektro-Mekanikal yang berfungsi untuk menghubungkan satu rangkaian elektronika
ke rangkaian elektronika lainnya ataupun untuk menghubungkan suatu perangkat
dengan perangkat lainnya. Pada umumnya, Konektor terdiri Konektor Plug (male)
dan Konektor Socket (female).
Konektor-konektor
standar yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari kita maupun dalam
Industri diantaranya adalah Konektor USB, Konektor BNC, Konektor Koaksial,
Konektor DC Power Supply, Konektor Banana, Konektor D, Konektor RJ45 dan masih
banyak lagi.
Baterai Lithium
umumnya bekerja pada tegangan 3,7v, ada 2 jenis baterai Lithium yang sering
dijumpai di pasaran, yaitu baterai Lithium Ion (Li-Ion) & Lithium Polymer
(Li-Polymer).
Penggunaan battery
jenis ini pada powerbank biasanya disusun parallel dan baterai jenis Lithium
Ion ( Li- Ion ) adalah yang lebih banyak dipasarkan karena harganya yang lebih
murah.
Powerbank umumnya
mempunyai baterai yang disambung secara paralel sehingga arus yang keluar besar
dan voltasenya tetap. Yang perlu dijadikan patokan kuat dan tidaknya powerbank
men-charge arus baterai ponsel adalah besarnya ampere yang tertera di
masing-masing jenis powerbank. Semakin besar amperenya semakin lama pula
habisnya daya. Maka dari itu powerbank dengan arus besar akan terlihat gemuk atau
besar bodinya karena didalamnya ada baterai yang semakin banyak disambung
secara paralel.
Misalnya
untuk powerbank 5200mAh itu tentunya tidak murni 5200mAh kapasitasnya,
dikarenakan adanya proses konversi tersebut. Secara teori sederhananya boleh dikatakan
hanya ( 3,7v : 5v ) x 5200mAh = 3848mAh.
Namun pengurangan
kapasitas tersebut bisa bertambah lagi dengan adanya kemungkinan konversi
rangkaian komponen - komponen lain di dalam powerbank tersebut.
Kesimpulan dasarnya
adalah powerbank dengan kapasitas 5200mAh, daya optimal yang bisa digunakan
hanya sekitar 3000mAh - 3500mAh (dengan
catatan baterai di dalam powerbank tersebut benar - benar murni 5200mAh atau
masih dalam kondisi prima, karena
kapasitas baterai itu akan menurun efisiensinya seiring dengan kinerja
waktu dan berbagai faktor lainnya).
B.CARA KERJA POWER BANK
Mula-mula arus
listrik yang dialirkan masuk (input) melalui usb plug kemudian di teruskan dan
masuk melalui USB Socket sebelum masuk ke komponen-komponen yang ada dalam
power bank. Setelah itu arus listrik masuk ke induktor dan IC dan terjadi arus
bolak balik , nah apabila arus bolak balik bersifat resistif apabila arus
listrik yang mengalir pada induktor sama dengan yang mengalir ke kapasitor ,
bersifat induktif apabila arus listrik yang mengalir pada induktor lebih besar
dari pada arus yang mengalir pada kapasitor dan bersifat kapasitif jika
sebaliknya.
Nah, kemudian masuk
ke baterai disimpan sebagai daya yang selanjutnya akan dikeluarkan (output)
apabila ingin digunakan.





👍
BalasHapus